UM_Pidato seorang seniman
  • This is the home page widget area. You can use this space to add an introductory message to your blog with a Text Widget or add any other widget here.

Bambang Sukotjo: Resensi Cerita Akhir Pekan TVRI: TVRI Mau Buka-buka Baju?

  Resensi Cerita Akhir Pekan TVRI: TVRI Mau Buka-buka Baju?   Cerita Akhir Pekan TVRI berjudul ”Air Pasti Mengalir”  tanggal 30 Desember 1978 yang lalu juga merupakan cerita akhir bulan dan sekaligus akhir tahun. Ceritanya berkisar pada suatu daerah yang kesulitan air karena kemarau yang panjang. Timbul masalah. Bukan saja sawah dan ladang menjadi kering, … Baca lebih lanjut

Umar Machdam: “Perahu Nabi Nuh Siap di Terminal”

Oleh: Umar Machdam Agak sulit juga menghempaskan ketinggian hati, ingin disanjung puja dan dipuji. Jasa belum tentu, tagihan begitu menumpuk. Kita terlalu manja terhadap negri ini. Soalnya kita terlampau merasa bahwa segala tingkah polah yang kita tampilkan menjadi sumber kekaguman penduduk negri. Ini yang membikin kroposnya tiang langit-langit Negara. Tapi cobalah sejenak saja kita mau … Baca lebih lanjut

Syu’bah Asa: Salman dan Teater Wadag

Oleh  :  Syu’bah Asa Grup Studi Teater Bogor, pimpinan Umar Machdam, mementaskan Riwayat Salman el-Farisi di TIM. pertunjukan menonjolkan hal-hal lahiriah, mungkin inilah ciri-ciri sebuah teater wadag. (ter) SALMAN EL-FARISI adalah salah seorang Sahabat utama Nabi Muhammad. Tokoh ini muncul di Taman Ismail Marzuki ketika Umar Machdam bersama grupnya Studi Teater Bogor mementaskan riwayatnya tiga … Baca lebih lanjut

Gairah Hidup di Pasar Seni di Taman Impian Jaya Ancol

Oleh: Umar Machdam (Dimuat tiga edisi pada SKM Barata Minggu, September 1979) Ini gerbang Binaria. Selamat sore bapak penjaga. Silahkan. Dengan senang. Silahkan masuk dengan aman. Saya melangkah arah ke kanan. Angin laut berlarian mencium pipi kiri dan kanan. Tak tuk tak tuk tak. Aspal mendekap sepatuku begitu mesra. Selamat datang sepatu Umar Machdam. Selamat … Baca lebih lanjut

Umar Machdam: Film Dakwah, Harus Mencerminkan Sikap Hidup Muslim Secara Utuh

Umar Machdam, jebolan dari ATNI, dan telah terjun ke dunia film sejak tahun 1964 sebagai pemain dalam film “Anak-anak Revolusi” yang disutradarai oleh Usmar Ismail, kemudian “Kasih diambang Maut”, “Hancurnya Petualang“, “Jakarta, Hongkong dan Macao”. Dan kemudian jadi Astrada (Asisten Sutradara)nya Turino Djunaedi, dalam film “Selamat Tinggal Kekasih”, bersama Nyak Abbas Acub, “Catatan Seorang Gadis”, “Krisis”. … Baca lebih lanjut

Umar Machdam, Orang Pentas yang “Nyentrik”

Umar Machdam, dilahirkan di Bogor kurang lebih 30 tahun lalu, pernah untuk sementara selama beberapa tahun tinggal di kota Surabaya, tapi tidak kerasan, lalu pindah ke Jakarta dan sampai saat ini berdomisili di Jatinegara, Jakarta. Memulai kariernya di bidang teater sejak sekitar tahun 1960. Menulis banyak skenario drama dan puisi, tapi tak pernah diterbitkan. Lebih … Baca lebih lanjut

(Sinar Harapan 1974) Jajak MD: Studi Teater Bogor – Selamat Tinggal Bagimu?

STB – Selamat Tinggal bagimu? Oleh:  Jajak MD Umar Machdam, alumnus ATNI lulusan tahun 1968. Dalam bincang-bincang semalam suntuk pada malam terakhir setelah pementasan “Salman El Farisi” di TIM tanggal 27 Mei 1974 yang lalu,  ia menandaskan niatan buat beristirahat   beberapa lama. Kepenatannya dalam menangani teater plus organisasinya yang meliputi banyak persoalan, terutama yang menyangkut … Baca lebih lanjut

(Abadi, 1972) Umar Machdam: Drama dan Pendidikan

Drama dan Pendidikan Oleh: Umar Machdam PADA hakekatnya kita sebagai manusia cumalah belajar dan mengajar, mengajar dan belajar. Yang saya maksudkan bukanlah umpannya kita belajar pada tahun ini dan lantas mengajar pada sekian tahun yang akan datang. Tapi kita belajar pada saat ini dan mengajar pada saat ini juga. Misalnya, seorang guru sedang memberikan pelajaran … Baca lebih lanjut

(Sumber Ffoto dari MBM Tempo, 12 Agustus 1972)

(Suara Karya, 1971) Beberapa Catatan Kecil Tentang Sejarah Teater Kota Bogor

Beberapa Catatan Kecil Tentang Sejarah Teater Kota Bogor Oleh: Willy Kanugi Salah satu kelemahan Boen S Oemardjati di dalam mendokumentir sejarah perkembangan teater di Indonesia yang dihimpun dalam bukunya “Bentuk Lakon dalam Sastra Indonesia” (Terbitan PT Gunung Agung, Tahun 1971) menurut hemat saya adalah disebabkan Boen terlalu percaya sepenuhnya pada arsip-arsip teater yang berupa tulisan-tulisan … Baca lebih lanjut

(Merdeka, 1971) Umar Machdam, Sebuah Profil Teater Daerah

Umar Machdam, Sebuah Profil Teater Daerah Oleh: Arupalaka “BEGINILAH memang kota Bogor. Pucat tanpa darah. Mistik dan terlalu percaya pada karuhan sejarah. Tak pernah di sini tumbuh sebuah semangat atau kalau tidakpun inisiatif-inisiatif. Kenapa penduduk ini begitu bangga dengan kediam-diriannya yang apatis dan watak pemalasnya itu? Keinginan membina kreatif di kota seperti ini sebetulnya cumalah … Baca lebih lanjut

Melacak Dokumentasi tentang Umar Machdam dan Studi Teater Bogor

Saat mulai menulis, di tengah kesibukan kerja, aku tengah melanjutkan kembali upaya mencari dokumentasi tentang Umar Machdam dan Studi Teater Bogor melalui akses internet, dengan bantuan Mbah Google tentunya. Sejak Pebruari, tepatnya tanggal 24/2/15 dengan menuliskan nama yang salah, malah mendapatkan beberapa bahan baru. Dorongan melacak kembali dokumentasi terjadi beberapa waktu yang lalu (?) saat … Baca lebih lanjut

(Puisi) Air Mata Terus Menetes

AIR MATA TERUS MENETES tes ………………. air mata menetes atas papan jembatan pisau dihunus kedada sendiri tes ……………… air mata menetes atas papan jembatan dada robek pisaupun sobek air mata menetes tes …… tes …… tes …… atas papan jembatan tes …..tes …..tes…..tes……tes…… tes …..tes …..tes…..tes……tes…… tes …..tes …..tes…..tes……tes…… air mata terus menetes papan rapuh … Baca lebih lanjut

(Puisi) Siangpun Berdebu

SIANGPUN BERDEBU gumpalan awan hitam burung-burung dara terbang malam malam hitam paruhnya  d a r a merah menyala api menjilat sungai sungai hangus batupun menjadi debu debu terbang debu-debu terbang siangpun berdebu hitam (Dimuat di Pelita, 20 Januari 1981)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.